Portofolio Program YBBRB
Menjelajahi rekam jejak dedikasi Yayasan Banjar Bakula Rumah Budaya dalam mengabdi, melestarikan, dan mengembangkan ekosistem seni tradisi lisan Kalimantan Selatan.
Penerima FBK BPK Wilayah XI: Festival Budaya Aruh Madihin
Dipercaya sebagai penerima program prestisius Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI pada tahun 2025. Melalui dukungan ini, YBBRB menginisiasi dan menyelenggarakan perayaan akbar bertajuk Festival Budaya Aruh Madihin.
Program ini tidak hanya menjadi panggung kebesaran bagi puluhan seniman Madihin lintas generasi, tetapi juga dirancang sebagai platform edukasi publik berskala masif. Tujuannya adalah memperkuat ikatan emosional masyarakat Kalimantan Selatan terhadap akar budayanya, sekaligus memetakan potensi regenerasi sastra tutur Banjar di masa depan.
Madihin Kolosal Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496
Madihin tidak hanya sebuah kesenian, melainkan identitas kota. Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-496, Yayasan Banjar Bakula Rumah Budaya mengorkestrasi sebuah pertunjukan Madihin berskala kolosal yang memukau ribuan pasang mata.
Garapan ini melibatkan puluhan pemukul rebana dan penutur syair dalam satu harmoni ritmis yang kompleks. Penampilan ini menjadi tonggak sejarah yang membuktikan bahwa seni tradisi dapat dikemas dengan skala stadion, memberikan rasa bangga (local pride), serta membangkitkan spirit kecintaan warga terhadap warisan budayanya sendiri.
Kolaborasi "Climate Change" Bersama McQuid Katie (Inggris)
Membawa suara tradisi ke panggung diskursus global. Pada tahun 2022, YBBRB mewakili Indonesia dalam sebuah kolaborasi lintas budaya dan lintas negara bersama seniman serta peneliti asal Inggris, McQuid Katie.
Program ini menyoroti isu krusial tentang Climate Change (Perubahan Iklim) yang disuarakan melalui filosofi dan syair sastra tutur Madihin. Proyek ini membuktikan fleksibilitas dan relevansi seni Madihin; bahwa pantun dan tabuhan rebana klasik mampu menjadi instrumen kampanye global kontemporer yang efektif dan menyentuh sisi humanis masyarakat internasional.
Program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kemdikbud
Krisis regenerasi seniman tutur menjadi perhatian utama YBBRB. Menjawab tantangan tersebut, founder YBBRB, Muhammad Budi Zakia Sani, diberikan mandat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia untuk menjadi asisten maestro pendamping bagi Maestro Madihin legendaris, Anang Syahrani.
Dalam program Belajar Bersama Maestro (BBM) tahun 2022 ini, dilakukan transfer ilmu secara intensif kepada siswa-siswi terpilih. Mereka tidak hanya diajarkan teknik memukul rebana atau merangkai rima, tetapi juga diwarisi nilai adab, filosofi, dan spiritualitas yang terkandung di balik setiap bait Madihin.
Inisiator & Fasilitator Pertunjukan Madihin Daring Era Pandemi
Ketika pandemi COVID-19 melumpuhkan seluruh aktivitas seni pertunjukan panggung, YBBRB hadir sebagai pelopor adaptasi digital. Bekerja sama dengan Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, kami menginisiasi dan memfasilitasi pertunjukan Madihin secara daring (virtual).
Langkah strategis ini memberikan nafas kehidupan (ruang ekspresi dan ekonomi) bagi para seniman tradisi yang terdampak parah oleh pembatasan sosial. Program ini menjadi bukti resiliensi (daya lenting) kebudayaan Banjar yang mampu beradaptasi memanfaatkan teknologi untuk tetap hadir menghibur dan mengedukasi masyarakat di masa sulit.
Indonesia Bertutur (Kemdikbud & Budayasaya)
Kehormatan besar didapatkan YBBRB saat dipilih mewakili entitas kebudayaan Kalimantan Selatan dalam program akbar Indonesia Bertutur yang digagas oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud (melalui platform BudayaSaya) pada tahun 2021.
Dalam forum kebudayaan bergengsi ini, M. Budi Zakia Sani bersanding dengan 5 tokoh maestro dan pelaku tradisi lisan dari penjuru nusantara (seperti Ghatok Riau, Masatua Bali, dan Dongeng Jawa). Kolaborasi ini menjadi etalase kekayaan narasi bangsa, mempertegas posisi Madihin Banjar sebagai salah satu pilar penopang identitas lisan nasional.